Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku.
Ku meraup angan bertepi sebuah asa yang tak kunjung padam, kau menorehkan sebuah linangan kehidupan dalam setiap detak jantung yang terus bergelayut dalam simponi cinta, berawal dari sebuah senyum sederhana bertabur melodi kasih, terangkan hati ini tuk mengenalmu dalam setiap guratan rindu. Kini! Detik ini! simponi dari segelincir harapanku musnah dalam sekejap, goresan tajam kaca hatimu tlah membuatku tersayat dalam sebuah luka yang tak urung kering.
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku.
Jeratan ini ku lepas dalam titik nestapa bertabur tangis kecewa, Tak ada lagi senyum disetiap hembus nafasku, tak ada lagi rautan tajam pembentuk semangatku, kau hilang! kau seperti pena yang terus mengisi kertas putih itu,tetapi dalam sekejap tinta itu lenyap, tabur senyummu adalah nadi yang melintas dalam angan hidupku, tak urung jua kau melindas setiap tangis dengan rasa ‘tak acuhmu’, derap langkahku adalah tangga perlintasan sebuah kesederhanaan ‘betapa hatiku ingin melepasmu!’ Ah, sulit bagiku melupakan senyum itu! Nada merdu itu selalu mengiringi kedip mataku.
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku.
Beribu tawa indah meratap dalam setiap tangis, betapa bodohnya diri ini! Terhempas dalam angan yang tak pasti membuat hati ini terjebak dalam naungan kebahagiaan yang tak abadi, Ku mencintaimu karenaNYA sahabatku, senyummu mengubah segala yang ada dalam gambar abstrak kehidupanku, ternyata sulit hati ini menorehkan kuas lukisan wajahmu, tentramku mengarung sebuah tonggak rasa gelisah tuk melepasmu, tapi inilah aku! Aku bukanlah melati yang menebar harum kasih disetiap ingatanmu, Aku bukanlah anggrek yang bertahan menunggu balasan dari sebuah anganku padamu, aku bukan melodi merdu yang setiap kali memberi gejolak rasa ‘tak acuhmu’, aku hanya segelintir metor leonid yang menantikan kerlip debu ini membawakan sebuah isyarat ‘kulepaskan kau dari hatiku’
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku…
Berharapku adalah hal bodoh! kesedihan tentangmu adalah sebuah kenestapaan! Kerinduanku padamu adalah sebuah angan yang terpuruk dalam kerikil tajam yang kian menggores luka dalam denyut jantung ini, menggoreskan sebuah tangis yang tak berguna,
Ku melepasmu bukan berarti ku menayuhkan ayunan kaki ini berpijak meninggalkanmu, tirai ini adalah mihrab yang senantiasa memberi berkah dalam setiap labirin kehidupan, kau hilang! ku rasa kau berada pada zaman dangkalan Arafura yang kini tergenang air, atau mungkin kau hilang ditembus oleh stalagtid, hm… ataukah kau bersembunyi dalam dolina, kau seperti Maswasting dalam hidupku, merambah membentuk sebuah denudasi yang membuatku semakin merasakan tangis yang kian membanjir, mungkin akan ku ulang dalam Kartografi untuk ku mencarimu, kau seperti dimensi warna yang tak pernah pudar, tapi hanya ini ku mencarimu bukan tuk menaburkan angan bodohku, tapi ku mencarimu tuk berkata ‘betapa aku ingin melepasmu!’
Hari ini, ku lepaskan kau dari hatiku
Ku rasa kau berada dalam Laut Okhost, atau kau berada di Mississipi tapi ku salah, ku semakin terombang-ambing dengan semua ini! Getaran ini membuatku semakin yakin dan berhenti berharap.Ah, benarkah kau telah pergi tuk slama-lamanya! apakah benar ku harus melepasmu dari palung hati ini?
Tertoreh angan ini wahai sahabatku mungkin kita tak kan bisa berada di pegunungan Appalachia,angan ini buntu! aku lelah! Seine menuliskan bahwa kau berada dalam alirannya, garrone meratap penuh kesedihan karena tlah lama meninggalkanmu, mungkin sekejap ku berfikir tajam,, kau tidak ada disana……..Maaf, Hari ini, ku lepaskan kau dari hatiku….
Karena ku yakin Cinta Sejatiku adalah PadaMU, Ya Rabb
Biarlah ku berlabuh dalam pantai KasihMU
Rengkuh Aku dalam kasih lembutMU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar